Bosan dengan tampilan lantai yang itu-itu saja? Ingin suasana rumah baru, tapi kepikiran biaya tukang bongkar, debu berterbangan, dan kebisingan yang bikin kepala pening? Ada cara yang jauh lebih mudah.
Setiap kali musim renovasi tiba, satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Harus dibongkar dulu nggak, ya, keramiknya?” Wajar. Pikiran soal biaya kuli bongkar yang membengkak, puing-puing yang harus diangkut, belum lagi lantai yang tidak bisa diinjak selama berhari-hari semuanya terasa berat sebelum mulai.
Kabar baiknya, Anda tidak harus membongkar apa pun.
Metode tile-on-tile memungkinkan anda memasang keramik baru langsung di atas keramik lama kini bisa dilakukan dengan hasil yang kuat dan tahan lama, berkat produk semen instan khusus dari AMBPI: AM 40 dan AM 54.
Sebelum Mulai: 3 Hal yang Wajib Dicek
Metode tile-on-tile memang praktis, tapi tetap ada syarat yang harus dipenuhi agar hasilnya sempurna dan tidak gagal di tengah jalan. Melewati salah satu langkah persiapan ini, dan risiko keramik baru terangkat atau retak di kemudian hari akan meningkat drastis.
- Cek Kondisi Keramik Lama
Ketuk seluruh permukaan keramik lama dengan benda keras (bisa pakai kunci atau gagang obeng). Jika terdengar bunyi “plong” atau berongga, artinya bagian itu sudah kopong. Bagian yang kopong harus diperbaiki atau diisi semen lebih dulu barulah bisa ditimpa keramik baru.
- Cek Ketinggian Pintu
Metode ini akan menambah ketebalan lantai sekitar 1,5–2 cm. Sebelum mulai, pastikan jarak antara daun pintu dan lantai cukup untuk menampung ketambahan ini. Kalau tidak dicek, bisa-bisa pintu kamar Anda tidak bisa dibuka setelah keramik terpasang!
- Cek Kebersihan Permukaan
Keramik lama harus bersih dari lapisan lilin (waxing), minyak, cat, atau kotoran lainnya. Lapisan-lapisan ini bisa menghalangi daya rekat AM 40 bekerja secara maksimal.
Langkah demi Langkah: Cara Pasang Keramik di atas Keramik
Langkah 1: Bersihkan Permukaan Keramik Lama
Lap seluruh permukaan lantai menggunakan kain basah atau cairan pembersih lantai untuk menghilangkan sisa lemak, debu, dan kotoran. Pastikan lantai benar-benar kering sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Langkah 2: Campur dan Aplikasikan AM 40
Campurkan bubuk AM 40 dengan air bersih sesuai takaran yang tertera di kemasan. Aduk hingga membentuk pasta kental yang merata. Oleskan pasta AM 40 ke permukaan keramik lama menggunakan trowel bergerigi (notched trowel).
Tips: Trowel bergerigi wajib digunakan! Fungsinya untuk mencegah terbentuknya rongga udara di bawah keramik baru yang bisa menyebabkan keramik bunyi kopong.
Langkah 3: Pasang Keramik Baru
Tempelkan keramik baru di atas lapisan AM 40. Tekan perlahan dan ketuk menggunakan palu karet sampai posisinya benar-benar rata. Gunakan tile spacer (penjepit plastik kecil) untuk menjaga celah antar keramik tetap konsisten di semua sisi.
Langkah 4: Isi Nat dengan Campuran AM 54
Tunggu AM 40 mengering sempurna, minimal 24 jam. Setelah itu, bersihkan sela-sela keramik dari sisa semen. Campurkan bubuk pengisi nat pilihan Anda dengan AM 54 tanpa tambahan air lagi. Isi celah keramik menggunakan kape karet hingga padat, lalu bersihkan sisa nat di permukaan sebelum mengering.
Untuk hasil pengisian nat yang optimal, gunakan AM 53 Pengisi Nat. AM 53 diformulasikan khusus sebagai pengisi nat keramik standar yang menghasilkan permukaan celah yang padat, rata, dan tahan lama. Kombinasikan AM 53 dengan AM 54 sebagai cairan pencampurnya tanpa tambahan air untuk mendapatkan nat yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kedap air dan bebas jamur sejak hari pertama pemasangan.
Tips: Tidak perlu tambah air AM 54 sudah sepenuhnya menggantikan fungsi air dalam campuran nat. Hasilnya lebih padat, lebih kedap, dan lebih tahan lama.
Renovasi lantai tidak harus selalu identik dengan drama: puing berserakan, debu yang masuk ke mana-mana, dan rumah yang tidak bisa ditempati selama beberapa hari. Dengan metode tile-on-tile menggunakan AM 40 sebagai perekat utama dan AM 54 sebagai penguat nat, proses yang biasanya melelahkan itu bisa selesai dalam hitungan hari dengan hasil yang sama kuatnya, bahkan lebih tahan terhadap kelembapan dan jamur.
Kuncinya ada dua: persiapan yang tepat (cek kopong, cek tinggi pintu, dan bersihkan permukaan) dan penggunaan produk yang sesuai. Lakukan keduanya dengan benar, dan lantai baru Anda akan bertahan kuat selama bertahun-tahun.
Siap renovasi tanpa drama? Dapatkan AM 40 dan AM 54 di toko bangunan terdekat anda.







































































