Kalau Anda pernah memperhatikan tukang sedang memasang keramik lantai, pasti terlihat mereka menggunakan semacam alat berbentuk segitiga atau persegi panjang dengan tepi bergigi untuk mengoles perekat ke permukaan lantai. Alat itu namanya trowel, dan meski terlihat sederhana, cara memakainya serta jenis yang dipilih punya pengaruh langsung terhadap kualitas pemasangan keramik yang Anda bayar. Banyak keramik yang kopong, berbunyi saat diinjak, atau terangkat setelah beberapa tahun bukan karena kualitas keramiknya buruk, melainkan karena trowel yang dipakai tidak sesuai atau cara penggunaannya kurang tepat sejak awal.
Trowel bekerja dengan prinsip yang cukup mudah dipahami. Sisi rata dipakai untuk mengambil dan mengoles perekat secara merata ke permukaan, sementara sisi bergigi digunakan untuk membuat alur sejajar di atas lapisan perekat tersebut. Alur itulah yang memegang peran penting. Ketika keramik ditekan ke atas permukaan beralur, udara yang terperangkap di antara keramik dan perekat terdesak keluar melalui sela-sela alur, sehingga seluruh bagian bawah keramik menempel penuh pada perekat tanpa ada kantong udara yang tersembunyi di dalamnya. Kantong udara yang tidak tertekan keluar inilah yang belakangan jadi penyebab utama keramik kopong dan akhirnya terangkat di kemudian hari.
Ukuran gigi pada trowel bukan hal yang bisa dipilih sembarangan karena ukurannya langsung berkaitan dengan ukuran keramik yang dipasang. Keramik berukuran kecil seperti ukuran 20×20 atau 30×30 sentimeter cukup dipasang dengan trowel bergigi ukuran 6 milimeter. Semakin besar ukuran keramik, semakin besar pula ukuran gigi yang dibutuhkan, karena keramik besar membutuhkan volume perekat lebih banyak agar permukaan bawahnya bisa tertutup penuh dan merata. Keramik ukuran 60×60 sentimeter ke atas umumnya membutuhkan trowel bergigi 10 sampai 12 milimeter. Kalau ukuran gigi terlalu kecil untuk keramik yang lebih besar, kontak antara keramik dan perekat tidak akan cukup kuat, dan dalam beberapa bulan keramik bisa mulai bergerak atau berbunyi saat diinjak.
Selain ukuran gigi, bentuk kepala trowel juga menentukan efisiensi dan hasil kerja di lapangan. Trowel berbentuk persegi panjang lebih cocok dipakai pada area yang lebar dan rata seperti lantai ruang tamu atau kamar tidur, karena gerakannya bisa lebih efisien dan alur yang dihasilkan lebih panjang dalam sekali sapuan. Trowel berbentuk segitiga atau dengan lekukan di bagian tepinya lebih cocok untuk area sudut, tepi dinding, atau permukaan yang lebih sempit dan tidak bisa dicapai dengan trowel besar. Tukang berpengalaman biasanya membawa minimal 2 ukuran trowel untuk satu proyek pemasangan, karena jarang ada proyek yang seluruh areanya seragam dari sisi ukuran dan bentuk ruang.
Cara memegang dan menggerakkan trowel juga menentukan konsistensi hasil secara keseluruhan. Sudut kemiringan trowel saat mengoles perekat idealnya berada di antara 45 hingga 60 derajat dari permukaan lantai. Kalau terlalu tegak mendekati 90 derajat, alur yang dihasilkan akan terlalu tipis dan volume perekat yang tertinggal tidak cukup untuk menopang keramik. Kalau terlalu miring mendekati 30 derajat, alur tidak terbentuk dengan baik dan perekat justru menjadi terlalu rata tanpa tekstur alur yang fungsional. Tekanan tangan perlu konsisten dari awal sampai akhir gerakan dalam satu sapuan supaya ketebalan alur seragam di seluruh area yang sedang diolesi, dan hasilnya tidak bergelombang.
AM 601 Trowel dari AMBPI dirancang dengan material baja karbon yang cukup kaku untuk menghasilkan alur yang konsisten di berbagai jenis perekat, tapi tidak terlalu kaku sehingga melelahkan tangan saat dipakai bekerja seharian penuh. Gagang pegangannya dibuat dari bahan yang tidak licin meski tangan basah terkena air campuran perekat, sesuatu yang sering diabaikan oleh produk trowel murah yang gagangnya langsung terasa licin begitu tangan mulai berkeringat atau terkena percikan mortar. AM 601 cocok untuk kebutuhan renovasi rumah tinggal skala kecil hingga pemasangan dalam jumlah besar di gedung atau area komersial.
Ketahanan trowel perlu diperhatikan karena alat ini bekerja berulang kali bersentuhan langsung dengan mortar yang bersifat abrasif dan mengandung basa tinggi dari kandungan semennya. Trowel berbahan tipis atau baja kualitas rendah biasanya mulai mengalami korosi atau perubahan bentuk setelah beberapa proyek, yang membuat alur yang dihasilkan tidak lagi konsisten dan hasil kerja tukang pun ikut menurun kualitasnya. AM 601 menggunakan baja dengan lapisan pelindung yang memperpanjang umur pakai secara signifikan, sehingga investasi pada alat yang lebih baik sejak awal jauh lebih menguntungkan dibanding mengganti trowel murah berulang kali dalam satu tahun kerja.
Temukan AM 601 Trowel di Toko Bangunan Terdekat di Kota Anda. Tersedia di toko material rekanan AM di seluruh Indonesia.







































































