Retakan pada beton adalah salah satu masalah yang paling sering membuat pemilik bangunan khawatir, dan wajar saja. Beton adalah material yang diasosiasikan dengan kekuatan dan kekokohan, sehingga ketika retakan muncul di lantai, dinding, atau kolom, kesan pertama yang muncul adalah bahwa ada yang salah dengan bangunan tersebut. Sebagian retakan memang serius dan perlu penanganan struktural segera, tapi sebagian besar retakan yang muncul di bangunan hunian sebenarnya berasal dari penyebab yang lebih mudah dipahami dan bahkan bisa dicegah sejak awal jika proses pengecoran dilakukan dengan benar.
Beton terbuat dari campuran semen, pasir, kerikil, dan air yang mengeras melalui proses kimia yang disebut hidrasi. Selama proses hidrasi berlangsung, campuran beton mengalami perubahan volume yaitu menyusut sedikit saat air menguap dan reaksi kimia berlangsung. Penyusutan ini wajar terjadi, tapi kalau prosesnya tidak dikendalikan dengan baik, penyusutan yang tidak merata di berbagai titik pada satu bidang beton bisa menghasilkan tarikan internal yang melebihi kemampuan beton untuk menahannya, dan retakan pun terbentuk. Kondisi ini diperparah oleh pengeringan yang terlalu cepat, misalnya karena permukaan beton terkena sinar matahari langsung atau angin kencang sebelum proses hidrasi selesai sepenuhnya.
Kualitas campuran juga memegang peran besar. Rasio air terhadap semen yang terlalu tinggi adalah penyebab klasik beton yang rapuh. Tukang di lapangan sering menambahkan air lebih banyak dari yang seharusnya agar campuran lebih mudah dituang dan diratakan, padahal kelebihan air itu tidak ikut bereaksi secara kimia dan hanya meninggalkan rongga kecil saat menguap setelah beton mengeras. Rongga-rongga kecil inilah yang membuat beton lebih lemah dari yang seharusnya, dan dalam jangka panjang menjadi titik awal retakan ketika beton menanggung beban atau mengalami perubahan suhu.
Faktor beban juga perlu dipahami dengan jelas. Beton pada dasarnya kuat menahan tekanan dari atas, tapi relatif lemah terhadap gaya tarik. Ketika balok beton menanggung beban di tengahnya, bagian bawah balok mengalami gaya tarik yang bisa melampaui kekuatan beton itu sendiri jika tidak ada tulangan baja di dalamnya. Retakan yang muncul di bagian bawah balok atau di tengah pelat lantai hampir selalu berkaitan dengan gaya tarik yang tidak tertangani dengan cukup, bukan dengan kekuatan tekan material betonnya. Bangunan yang dirancang tanpa perhitungan tulangan yang memadai akan menunjukkan retakan jenis ini lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kondisi tanah di bawah pondasi turut berkontribusi pada retakan yang muncul di struktur di atasnya. Tanah yang tidak padat, tanah ekspansif yang mengembang saat basah dan menyusut saat kering, atau tanah yang belum cukup padat sebelum pondasi dicor bisa menyebabkan pergerakan diferensial yaitu kondisi di mana satu bagian pondasi bergerak lebih banyak dibanding bagian lainnya. Pergerakan inilah yang kemudian meneruskan tegangan ke dinding dan kolom di atasnya, menghasilkan retakan diagonal yang khas dan sering disalahartikan sebagai masalah pada kualitas beton semata.
AM 78 Penguat Beton dari AMBPI bekerja sebagai aditif yang dicampurkan langsung ke dalam adukan beton atau mortar sebelum digunakan. Formulanya mengandung bahan aktif yang membantu proses hidrasi berlangsung lebih sempurna, mengurangi porositas beton yang dihasilkan, dan meningkatkan daya rekat antar partikel di dalam campuran. Hasilnya adalah beton yang lebih padat secara struktur mikro, lebih tahan terhadap penetrasi air, dan memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dibanding campuran tanpa aditif pada rasio semen dan air yang sama. Penggunaan AM 78 sangat berguna terutama pada pengecoran di kondisi panas atau saat proyek tidak bisa menghindari pengeringan cepat di permukaan.
Cara penggunaannya tidak membutuhkan perubahan besar pada metode kerja yang sudah berjalan. AM 78 dicampurkan ke dalam air yang akan digunakan untuk mengaduk beton, dengan dosis yang tertera pada kemasan sesuai volume campuran yang dibuat. Setelah tercampur, proses pengadukan dan pengecoran berjalan seperti biasa. Produk ini kompatibel dengan berbagai jenis semen portland yang umum dipakai di Indonesia, sehingga tidak perlu mengganti bahan dasar yang sudah digunakan. Untuk proyek perbaikan seperti patching atau pengisian retakan pada beton lama, AM 78 juga bisa dicampurkan ke dalam mortar perbaikan untuk meningkatkan daya rekat mortar baru terhadap permukaan beton lama yang sudah mengeras.
Temukan AM 78 Penguat Beton di Toko Bangunan Terdekat di Kota Anda. Tersedia di toko material rekanan AM di seluruh Indonesia.







































































