Pertanyaan yang sering muncul saat orang mau mengecat ulang rumahnya adalah apakah cat untuk dalam dan luar rumah bisa dipakai bergantian. Jawabannya singkat: tidak bisa, dan konsekuensinya bukan sekadar hasil cat yang kurang bagus secara tampilan. Memakai cat yang salah di lokasi yang salah bisa mempercepat kerusakan dinding, mendorong tumbuhnya jamur, bahkan membuat air hujan merembes masuk ke dalam ruangan jika temboknya adalah dinding eksterior. Memahami perbedaan keduanya adalah langkah dasar sebelum Anda memutuskan produk mana yang perlu dibeli.
Cat interior diformulasikan untuk kondisi ruangan tertutup yang relatif stabil. Suhu di dalam rumah tidak berfluktuasi sedrastis suhu di luar, kelembapan lebih terkontrol, dan dinding interior tidak pernah terkena hujan secara langsung. Karena kondisi ini, cat interior bisa dirancang untuk memberikan hasil akhir yang lebih halus, pilihan warna yang lebih luas, dan tingkat bau yang lebih rendah. Kekurangannya, cat interior umumnya tidak dirancang untuk menahan paparan air dalam jumlah besar atau perubahan suhu yang drastis. Kalau diaplikasikan di dinding luar, lapisan catnya akan mulai menggelembung dan mengelupas dalam hitungan bulan, jauh sebelum masa pakainya habis jika dipakai di dalam ruangan.
Cat eksterior menghadapi tantangan yang jauh lebih berat setiap harinya. Mulai dari sinar UV yang terus-menerus menghantam permukaan dari pagi sampai sore, air hujan yang mengenai dinding langsung dalam intensitas tinggi, perubahan suhu antara siang dan malam yang bisa mencapai lebih dari 15 derajat Celsius di beberapa kota Indonesia, hingga debu, polutan, dan pertumbuhan lumut atau alga di permukaan lembab. Karena tantangan-tantangan ini, cat eksterior diformulasikan dengan kandungan resin yang lebih kuat, bahan antijamur dan anti-alga, serta kemampuan untuk memuai dan menyusut mengikuti pergerakan dinding tanpa retak atau mengelupas. Konsekuensinya, cat eksterior biasanya lebih kaku tampilannya dan pilihan warnanya lebih terbatas dibanding cat interior.
Satu hal yang sering diabaikan saat memilih cat eksterior adalah persoalan rembesan air. Dinding eksterior rumah di Indonesia menghadapi curah hujan tinggi sepanjang tahun, dan bahkan cat eksterior biasa tidak selalu cukup untuk mencegah air meresap ke dalam struktur dinding jika dinding punya retakan kecil, permukaan yang tidak rata, atau sistem drainase atap yang kurang baik. Air yang meresap masuk ke dalam dinding tidak hanya merusak cat dari dalam, tapi juga memicu pertumbuhan jamur dan lumut di permukaan, membuat cat mengelupas dari akar lapisannya, dan dalam jangka panjang melemahkan plester di baliknya.
Kondisi dinding juga menentukan apakah cat biasa sudah cukup atau perlu produk dengan kemampuan waterproofing lebih tinggi. Dinding yang sering terkena percikan air langsung seperti dinding di samping kolam, di bawah talang yang sering meluap, atau di sisi rumah yang tidak terlindungi atap dan teras perlu lapisan perlindungan yang lebih dari sekadar cat eksterior standar. Dinding dengan retakan rambut atau permukaan yang pernah mengalami rembesan sebelumnya juga masuk kategori yang sama, karena riwayat rembesan menunjukkan bahwa air sudah menemukan jalur masuk dan akan kembali menggunakannya setiap kali hujan turun.
AM 110 Cat Pelapis Anti Bocor dari AMBPI diformulasikan untuk menjawab kondisi-kondisi di atas. Produk ini bukan cat dekoratif biasa melainkan cat pelapis dengan kemampuan waterproofing yang bisa menutup retakan rambut pada permukaan dinding sekaligus membentuk membran elastis yang tahan terhadap tekanan air dari luar. Lapisan yang terbentuk setelah AM 110 kering bersifat fleksibel, artinya bisa mengikuti pergerakan kecil pada dinding akibat perubahan suhu tanpa retak, sehingga perlindungannya tetap utuh meski dinding bergerak secara mikro sepanjang tahun.
Gunakan kuas, rol, atau sprayer untuk mengaplikasikan AM 110 seperti mengecat pada umumnya. Pastikan bidang aplikasi dalam kondisi kering, bersih, serta tidak ada sisa cat lama yang mengelupas. Jika menggunakan alat semprot, produk dapat dilarutkan dengan air menggunakan ukuran nosel tertentu; namun, jumlah lapisan perlu ditambah untuk mengompensasi pengenceran tersebut. Untuk perlindungan optimal, dianjurkan mengaplikasikan dua lapis dengan jeda pengeringan di antara keduanya sekitar 2 sampai 4 jam tergantung kondisi cuaca. AM 110 tersedia dalam warna putih dan bisa dijadikan lapisan dasar sebelum cat eksterior dekoratif diaplikasikan di atasnya, sehingga dinding mendapatkan dua fungsi sekaligus yaitu perlindungan dari rembesan air dan tampilan akhir yang sesuai warna yang diinginkan pemilik rumah.
Temukan AM 110 Cat Pelapis Anti Bocor di Toko Bangunan Terdekat di Kota Anda. Tersedia di toko material rekanan AM di seluruh Indonesia.







































































